Rudy Lim - Inspirator Muda No.1 Indonesia

Welcome to RudyLim.com ! ~ For Rudy Lim's Seminar enquiries, Please call us @ +6221-7076 4896 or email to: invite@rudylim.com ~ Thank You

Gedong Gincu vs Gedong Apel PDF Print E-mail
Sunday, 07 September 2008 21:58

 Beli Gincu dapat Apel ? Apakah merupakan sebuah musibah atau anugerah? Simak kisah nyata yang pernah saya alami dan petik manfaatnya sebagai tambahan motivitamin bagi kehidupan anda. Sekitar 4 tahun yang lalu saya membeli sebuah pohon mangga cangkokan dengan harga yang cukup tinggi. Saya menanamnya ditengah halaman depan rumah saya. Saya membeli pohon mangga jenis Gedong Gincu asal Indramayu yang terkenal dengan rasa manisnya yang khas dan warnanya yang merah mencolok seperti gincu atau pemerah bibir.

Mangga jenis ini harganya relatif paling mahal dibandingkan dengan jenis mangga lokal lainnya, bisa mencapai Rp. 25.000 sampai 40.000,- per kilogramnya.

Saya menanamnya dengan suatu harapan nanti setiap tahun dapat menikmati panen buah mangga gedong gincu yang menjadi mangga favorit saya. Saya menyadari bahwa buah mangga yang diperoleh dari pohon yang saya tanam sendiri akan terasa lebih nikmat daripada mangga yang saya beli di pasar.

Pada bulan-bulan pertama pohon ini tumbuh subur tetapi tidak berbuah, hanya berdaun sangat lebat. Teman-teman dan saudara-saudara saya saat berkunjung ke rumah saya melihat pohon itu dan berkomentar bahwa pohon itu tidak akan berbuah. Mereka juga bercerita bahwa mereka telah sering membeli pohon mangga cangkokan walau pun telah berbuah saat di beli tetapi tidak pernah berbuah lagi setelah ditanam di rumah. Hanya berdaun lebat saja sampai bertahun-tahun. “Sebaiknya ditebang saja, diganti pohon lain yang mudah berbuah”, kata mereka.

Setelah ditunggu dengan kesabaran selama setahun, ternyata pohon itu mulai berbunga dan berbuah. Saya merasa sangat berbahagia dan mulai timbul suatu harapan.

Tetapi kemudian saya merasa sangat kecewa setelah mengetahui bahwa saya telah dibohongi oleh penjual pohon mangga. Ternyata pohon yang telah saya tanam bukan pohon mangga Gedong Gincu, tetapi pohon mangga Gedong Apel yang buahnya berbentuk bulat seperti buah Apel. Mangga Gedong Apel ini memang mirip seperti mangga Gedong Gincu. Yang membedakan adalah rasa buahnya yang masam kecut, serat buahnya yang lebih halus, dan bentuknya lebih bulat seperti buah apel. Pupus sudah harapan saya memiliki pohon mangga Gedong Gincu. Perasaan sangat kesal dan kecewa timbul dalam hati saya.

Ingin rasanya saya marah-marah dan memaki-maki penjual pohon mangga yang sekarang entah berada di mana. Mengingat saya telah selama setahun merawat pohon mangga tersebut dengan penuh perhatian, memberinya pupuk, menyiraminya, dengan harapan memiliki pohon berbuah mangga Gedong Gincu yang menjadi buah favorit saya.

Sempat terpikir untuk menebang pohon itu dan menggantinya dengan pohon buah yang lain. Tetapi kemudian saya berpikir bahwa hal ini terjadi bukan karena kesalahan pohon mangga tersebut. Dia juga makhluk hidup yang ingin tumbuh dan berkembang. Kasihan kalau ditebang.

Mungkin sebagian akan orang berpikir, “Pohon mangga saja kok dikasihani ?”. Tetapi itulah diri saya, senang mengasihi, termasuk kepada binatang mau pun tanaman. Apakah mungkin karena saya diberi nama Victor Asih, ya ? “Nama yang agak aneh”, kata beberapa orang yang bingung menebak apakah ini adalah nama pria atau wanita. Mungkin harapan orang tua saya, yang memberi nama itu, adalah supaya kelak saya menjadi orang yang penuh welas asih terhadap semua makhluk hidup ?

Anyway, akhirnya saya memutuskan untuk membiarkan pohon mangga itu tetap tumbuh subur di tengah halaman depan rumah. Saya juga tetap merawatnya dengan baik. Saya tetap memberinya pupuk, menyiraminya, dan terkadang menyiraminya dengan sisa air minum susu yang tidak dihabiskan oleh putri kecil saya yang cantik dan lucu.

Akhirnya saya hanya menikmati indahnya buah-buah mangga Gedong Apel yang berwarna merah mencolok seperti gincu dan berbentuk seperti apel bergelantungan di pohon. Begitu indah dilihat, bisa meredakan stress dan terlihat menggiurkan untuk dipetik dan disantap. Tetapi buah tersebut tidak pernah saya petik, karena saya pernah merasakan masam kecutnya mangga masak yang saya petik. Untuk dibuat rujak pun rasanya masih terlalu masam.

Sampai pada suatu saat, buah-buah mangga Gedong Apel itu berjatuhan sendiri karena sudah terlalu matang di pohon. Saya mengambil buah-buah mangga yang berjatuhan dan menyimpannya di lemari pendingin. Buah mangga itu saya berikan pada siapa pun yang mau menerimanya.

Suatu saat saya terkejut pada saat mengetahui bahwa orang-orang yang memakan buah mangga tersebut berkata bahwa mangganya sangat manis sekali dan begitu enak sekali rasanya. Rasanya sangat unik dan lezat. Saya lalu merasa penasaran mencobanya sendiri. Ternyata memang benar! Rasanya sangat manis lezat, jauh lebih enak daripada mangga Gedong Gincu yang biasa saya makan.

Tetapi anehnya, kalau buah mangga yang dipetik sewaktu masih bergelantungan di pohon terasa masam kecut walau pun sudah masak kuning kemerahan. Tetapi kalau buah mangga yang terjatuh sendiri karena terlalu masak di pohon terasa sangat manis dan lembut daging buahnya.

Sekarang saya menunggu buah mangga terjatuh dengan sendirinya untuk dapat menyantap buah mangga yang lezat dari pohon itu. Untungnya, pohon itu berbuah lebat, sehingga saya tidak harus menunggu lama pasti selalu ada yang terjatuh karena telah terlalu masak.

Sekarang pohon itu membuat halaman rumah saya semakin teduh. Dia berbuah lebat walau pohonnya tidak besar dan tingginya pun hanya sekitar 3 meter saja. Tiap saat selalu berbunga dan berbuah terus menerus sepanjang tahun tidak mengenal musim.

Melalui jendela ruang kerja saya, saya bisa merasakan keteduhan menatap pohon mangga sambil mengetik artikel ini di komputer notebook saya. Buah-buah mangga cantik yang bergantungan merupakan pemandangan indah yang menyenangkan hati saya. Saya bersyukur karena dahulu saya tidak menebang pohon mangga tersebut pada saat saya merasa kecewa dengan buahnya.

Saya mengambil suatu pelajaran berharga dari apa yang telah saya alami, bahwa “Semua akan menjadi indah tepat pada waktunya jika kita selalu berusaha memberi yg terbaik”. Seperti buah mangga Gedong Apel tadi yang menjadi sangat manis dan lezat tepat pada waktunya setelah menjadi masak dan terjatuh dari pohonnya.

Mungkin saja saat ini anda sedang mengalami persoalan hidup yang membuat anda kecewa dan sakit hati karena tidak sesuai dengan harapan anda. Tetapi tetaplah berusaha memberikan yang terbaik dan jangan melihat hasil saat ini, maka semua akan menjadi indah tepat pada waktunya. Semua bisa berubah. Apa yang kita tabur akan kita tuai. Apa yang telah kita “tanam” tidak akan menjadi sia-sia asalkan kita mau bertekun dalam memberi yang terbaik.

*Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor, Entrepreneur, Inspirator, Motivator, Software Engineer, Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”, Penulis bisa dihubungi melalui email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Comments (2)Add Comment
0
Gedong Gincu vs Gedong Apel
written by sis indro, August 18, 2009
Mudah-mudahan Pak Viktor masih ingat tentang Gedong Gincu vs Gedong Apel ( untuk pengingat artikel tsb ada disini http://www.rudylim.com/article...-apel.html )

Saya sangat setuju dengan kesimpulan yg di-ambil :
“Semua akan menjadi indah tepat pada waktunya jika kita selalu berusaha memberi yg terbaik”.
karena saya masih ingat dengan petuah Ortu saya yg tidak salah seperti ini : "Bila kita menanam benih(kebaikan), pasti akan menuai hasilnya"

Sudah setahun lebih, artikel Pak Viktor baru saya baca. Terkait dengan judul saya sangat tertarik, smakin tertarik dengan kesimpulan yg di-ambil.

Ketertarikan saya yg pertama, karena saya punya pohon Mangga Apel.
Saya sangat berharap pohon saya ini bisa berbuah sangat lebat sehingga bisa 'spektakuler' dan bisa berbagi dengan semua tetangga dilingkungan saya.

Ceritanya, setahun yang lalu saya membeli rumah yg secara kebetulan dihalaman depan ada 2 buah pohon yaitu Blimbing Wuluh dan Mangga Apel.

Saat pertama menempati rumah, pohon mangga sudah berbuah tapi tidak banyak dan masam sekali (karena dipetik). Saya belum merasakan bila menunggu jatuh dan disimpan dulu seperti yg disuratkan oleh Pak Viktor.

Saya telah ber-upaya mencari info agar harapan saya (berbuah banyak) terpenuhi. Kurang lebih 4 bulan yang lalu, tanah sekitar pohon saya beri pupuk dan sudah 2 kali daun-daunnya saya sirami dengan fungisida maupun insektisida.

Hasilnya, saat ini nyaris spektakuler, muncul bunga-bunga yg sangat lebat (hampir menutupi semua daun yg ada).
Hampir semua mata tergoda melihatnya bila lewat depan rumah.
Saat ini saya harap-harap cemas, karena kwatir bunga-bunga tsb akan berguguran dan tidak menjadi calon buah.
Karena Pak Viktor sudah banyak pengalaman dengan Gedong Apel yg berbuah lebat, mohon kiranya ada saran buat saya sehingga harapan saya terwujud ( punya pohon mangga lebat dan bisa berbagi ke banyak tetangga)

FYI :
Saya tinggal di Kota Malang
Usia pohon Mangga +/- 6 tahun, tingginya +/- 4 meter


Salam,
0
...
written by siti indriani, October 07, 2009
mangga sy bahkan baru berbuah 2x yg pertama cuma 1 burik lagi tapi manis sdngkan skrng adalah 10 srbesar jempol setelah sy nunggu 4thn.sy jd mau lebih sabar lagi setelah membaca tulisan bapak

Write comment
smaller | bigger

busy
 

RL Online Support

Follow me on twitter

RL Seminar Photos

RL Seminar Topics

Youngs Entrepreneurship Youngs EnterpriseRahasia Membangun Jiwa Wirausaha Muda di seluruh Indonesia.

The Spirit to Success ! The SpiritRahasia & Strategi Sukses dari pemimpin pemimpin besar di dunia.

Breakthrough Seminar BreakthroughBagaimana membuat terobosan hidup dan mencapai puncak prestasi Anda.

Effective Public Speaking Public SpeakingBagaimana bisa tampil efektif berbicara di depan umum dan Sukses Presentasi.

Youngs Spirit Indonesia

 

Personal Breakthrough Seminar


Rudy Lim Winners Club

RL Who's Online

We have 2 guests online

RL Total Visitors

Counter Since 26 September 2007
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday39
mod_vvisit_counterYesterday133
mod_vvisit_counterAll Visitors128463

RL Newsletter

Sign-up to receive information and updates from Rudy Lim !


Receive HTML?

RL Web Polling

Apa yang Anda butuhkan untuk meraih sukses ?
 

RL Recent Reader

You are here  : Home Article Gedong Gincu vs Gedong Apel
Support