Rudy Lim - Inspirator Muda No.1 Indonesia

Untuk mengundang Rudy Lim sebagai pembicara di perusahaan Anda, silahkan hubungi kami di 021-70764896 atau email: info@rudylim.com

Makin Terjepit, Makin Melejit ! PDF Print E-mail
Friday, 19 December 2008 21:54

Mengapa sampai kini Albert Einstein dianggap sebagai orang yang paling jenius di dunia? Bukankah banyak orang yang memiliki IQ lebih tinggi dari Einstein? Akan saya ceritakan suatu kisah (sebut saja behind the history) yang mungkin bisa menjawabnya.

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel saya yang berjudul “Mengapa pohon kelapa banyak tumbuh di pantai?”. Dari cerita ini kita akan belajar bagaimana mengubah situasi terjepit menjadi melejit dan mengubah “batu sandungan” menjadi “batu loncatan” untuk dapat melejit lebih tinggi.

Seperti yang saya janjikan diakhir artikel yang lalu, bahwa saya akan bercerita tentang tokoh Albert Einstein.

Pada saat Albert Einstein baru menemukan teori relativitas, beliau bekeliling dari satu universitas ke universitas lainnya untuk mempresentasikan rumus relativitas E=mc2 yang ditemukannya. Setiap kali pergi presentasi, beliau selalu didampingi oleh seorang supir yang hanya lulusan setingkat sekolah dasar.

Setiap kali Einstein melakukan presentasi, sang supir ini selalu memperhatikannya walau pun tidak mengerti materi apa yang dipresentasikan. Maka setelah puluhan kali melihat presentasi, sang supir menjadi hafal dengan semua materi yang dipresentasikan walau pun dia tidak mengerti artinya.

Pada suatu saat, Einstein merasa lelah sekali setelah melakukan beberapa kali presentasi sekaligus. Di tengah perjalanan menuju universitas yang terakhir, tubuh ringkihnya tidak sanggup menahan keletihan.

Einstein merasakan bahwa dia dapat saja sewaktu-waktu pingsan kelelahan ditengah-tengah acara presentasi terakhir nanti. Dia mengeluhkan hal ini kepada supirnya. Sang supir yang memahami keadaan majikannya menawarkan suatu bantuan.

Katanya, “Bukankah orang-orang di sana belum mengenal wajah Pak Einstein?” (karena saat itu Einstein belum terkenal seperti sekarang)
“Saya telah hafal semua materi yang Bapak sering presentasikan. Walau pun saya sama sekali tidak mengerti artinya.”
“Kalau saya mengaku sebagai Pak Einstein, tidak akan ada orang lain di sana yang  mengetahuinya”, kata si supir.
“Pak Einstein, bagaimana kalau saya membantu menggantikan Bapak untuk presentasi di universitas terakhir ini?”, kata si supir.
“Memangnya kau yakin bisa?”, tanya Einstein.
“Saya yakin Pak! Dan hal ini akan lebih baik dari pada kemungkinan Bapak gagal presentasi karena pingsan”, jawab sang supir.
“Bagus juga usul mu itu. Saya setuju!”, jawab Einstein setelah berpikir sebentar.

Universitas yang terakhir yang akan dikunjungi adalah Syracuse University di New York. Universitas yang terkenal memiliki banyak pakar jenius matematika.

Akhirnya, sesaat sebelum sampai di universitas tersebut mereka bertukar posisi. Einstein menyamar menjadi supir dan sang supir menyamar menjadi Einstein.

Sesampainya di universitas, sang supir yang dikira Einstein disambut dengan tepuk tangan meriah dan duduk di kursi VIP. Sementara Einstein asli yang dikira supir duduk di bagian belakang penonton sambil beristirahat.

Tiba saatnya presentasi, sang supir naik ke panggung dengan percaya diri dan mulai mempresentasikan teori relativitas. Einstein beristirahat sambil mengamati dengan tegang dari kursi belakang. “Benarkah supir saya telah hafal dengan semua rumus yang biasa saya presentasikan?”, tanyanya dalam hati.

Sang supir menulis di papan tulis persis seperti Einstein menulis dan berbicara dengan gaya mirip Einstein. Rupanya sang supir telah hafal dengan materi yang biasa Einstein presentasikan di universitas-universitas sebelumnya. Hal ini karena sudah puluhan kali sang supir mengamatinya walau pun tidak mengerti artinya. Einstein pun mengangguk-angguk dan merasa kagum pada sang supir.

Selesai presentasi, tepuk tangan membahana dari para penonton. Dan sang supir pun turun dari panggung dengan hati merasa lega.

Sesaat kemudian moderator berkata, “Maaf, Pak Einstein. Silahkan naik lagi ke atas panggung.”
“Ada yang mau bertanya?”, teriaknya kepada para penonton.

Sang supir terkejut, karena biasanya setelah Einstein selesai melakukan presentasi langsung turun dari panggung disertai ditepuk-tangan dan acara presentasi pun selesai. Sambil merasa was-was dia berdoa dalam hati, “Mudah-mudahan tidak ada penonton yang bertanya karena sudah jelas dengan apa yang dipresentasikan”.

Tiba-tiba seorang pria berdiri dan berkata, “Saya tidak mau bertanya.”
“Saya selamat....”, kata supir dalam hati.
“Saya hanya ingin menyanggah! Rumus matematika yang dipresentasikan tadi salah!”, seru pria tersebut.
“Celaka...!”, kata supir dalam hati.
“Saya mana mengerti tentang rumus matematika?”, jeritnya dalam hati.
“Silahkan dijelaskan, Pak Einstein”, kata moderator.

Dalam keadaan terjepit sang supir berpikir mencari satu jalan keluar. Akhirnya dia berbicara kembali.

“Siapakah Bapak?”, tanya sang supir.
“Saya Profesor George, Pakar Matematika di universitas ini”, jawabnya.
“Celaka tiga belas!”, jerit sang supir dalam hati.

Tadinya dia berpikir, jika yang bertanya adalah mahasiswa maka sang supir akan menjawab, “Silahkan bertanya saja pada dosen matematika anda”.
Dan jika yang bertanya ternyata adalah dosen, maka dia akan menjawab “Silahkan bertanya saja pada Profesor Matematika anda”.
Tapi ternyata yang bertanya adalah Profesornya. Akan bertanya kepada siapa?
Keadaan sang supir makin terjepit. Tetapi sang supir tidak kekurangan akal. Dia selalu mencari satu jalan keluar.

“Pak George adalah Profesor Matematika di universitas yang terkenal dengan para pakar matematikanya ini..?!”, serunya dengan mimik wajah terheran-heran.
“Hemmm....”
“Sunggung memalukan!”
“Masak... rumus matematika sederhana seperti ini saja tidak paham?”
“Lha..! Supir saya saja paham kok!”
“Maju, Pir! Terangin nih pada profesor...”, katanya sambil melambaikan tangan kepada Einstein yang sedang duduk istirahat di kursi belakang.

Majulah Einstein yang dikira supir menuju ke panggung dan menerangkan rumus tersebut dengan sejelas-jelasnya.

Semakin terkagumg-kagumlah para penonton terhadap Einstein. Ternyata, supirnya saja bisa diajari oleh Einstein menjadi lebih pintar dari pada profesor. Apalagi sang Einsteinnya?
Itulah sebabnya mengapa Einstein sampai saat ini dianggap orang yang paling jenius di dunia.

Mengenai kelanjutan dan lebih terinci bagaimana membuat prestasi melejit dalam situasi terjepit dan serba sulit dapat anda baca di buku “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”. “Buku Ajaib”, demikian komentar banyak orang yang telah membacanya.

*Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor, Entrepreneur, Inspirator, Motivator, Software Engineer & Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit” Penulis bisa dihubungi melalui email victorasih@yahoo.co.id

Comments (16)Add Comment
0
...
written by efendy lie, September 25, 2009
Hello,saya sangat minat sekali dengan web mu. Minta ajarin dunk kyk mana buat web nya seperti kamu gitu,,, Thank'z..
0
Kerennn Bos
written by Lintang Chan, October 01, 2009
Keren bos article nye, oiya mr efendy ni buat nya pake joomla kayaknya heheh tapi gak tau dech...
0
...
written by widyawathie, January 29, 2010
waaaaaaaach hebat!!! sampai-sampai saya no coment wat pak victor.
0
...
written by Toni Irwan, September 29, 2011
Memang Tuhan memberikan hikmat kepada kita terlebih kita dibuat segambar denganNya, sehingga ketika kiata tidak menyerah
kita berusaha terus (xtra kerja keras , xtra berpikir dan xtra dll), serta kita berdoa, Tuhan pasti buka jalan sehingga kita menjadi orang yang kreatif, terlebih kalau kita selalu dekat dengannya.
0
...
written by novianti lestari, October 01, 2011
sungguh luar biasa...!!!!
ceritanya sangat menarik dan inspiratif.. memberi semangat tambahan untuk melakukan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik.... dan saya akan berusaha untuk dapat menerapkan faktor X(X-tra kerja keras, X-tra kerja cerdas, X-tra kerja ikhlas, dan X-tra 1 kali lagi mencoba) dalam kehidupan saya sehari-hari terutama dalam pekerjaan .. InsyaAlloh daya bisa...
semangattt....!!!!
0
...
written by karina oktaviani, October 09, 2011
Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari membaca artikel ini, tapi yang terpenting adalah bagaimana dalam keadaan terjepit kita bisa mencari celah dan keluar dari masalah bahkan bisa menyelesaikan masalah dengan sangat baik.
0
...
written by leni kurnia, January 22, 2012
wawwwww luar biasa....
artikel bapak sangat memberikan inspirasi...
memang benar ya pak kalau saja kita sering mendengarkan, melihat sesuatu hal secara terus menerus, niscaya kita akan terbiasa dengan hal tersebut, seperti halnya yang dilakukan oleh supir Albert Einstein, dan apa yang dilakukan oleh supirnya iitu sangat luar biasa sekali, orang yang hanya lulusan dari sekolah dasar bisa mempresentasikan rumus Albert Einstein,walaupun beliau tidak bisa menjawab pertanyaan dari Profesor George, tetapi dalam keadaan terjepit seperti itu, beliau bisa mencari celah..
itu menunjukan orang yang biasa bisa menjdi orang yang luar biasa..
0
...
written by Rizal Sidiq, January 23, 2012
hehe lucu vsan ceritanya.....saya baru paham perbedaan antara orang pintar dengan orang cerdas...ceritanya inspiratif n ngajarin kita spaya jangan menyerah dalam kondisi apapun..Trims pak...
0
...
written by Taty, January 28, 2012
hahaha,,,
sungguh luar biasa supir pak Einstein, apalagi pak Einsteinnya.

setelah saya membaca artikel ini, saya harus bisa mengatasi kesulitan-kesulitan dalam hidup, sesulit apapun itu. karena Tuhan Yang Maha Esa tidak akan memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuannya.
0
...
written by Dina, January 28, 2012
waw,, luar biasa,,,,
cerita nya menginsfirasi banget yg sekolah cuma sampai SD bsa,kenapa kita tidak?????

dan saya dapat pelajaran,,bagaimana pun keadaan orang lain,jangan sampai kita memandang rendah.
0
...
written by fani, January 28, 2012
wawwwww,..,kerennn bgttt,.,artikelnya bsa bkin kita mkn berfikir lbih kreatif,.,,pas bgt m judul nya "MAKIN TERJEPIT, MAKIN MELEJIT" ,,.. Pokoknya the BEST dechhh,.,,^_^..
0
...
written by ade tatang, January 29, 2012
hahaha...keren tuh supir,,, gaul nya ma einstein jadi ketularan cerdas supirnya.....
t.o.p buat pak viktor motivasi bgt artikelnya d mana dalam keadaan terjepit kita harus semakin melejit,sesulit apapun akan ada jalan nya selama kita berusaha dan berdoa....
0
...
written by atien, January 30, 2012
cerita ini mengingatkan kita kalo dalam keadaan terjepit jangan jadi panik dan jangan menyerah, dengan sendirinya celah akan terlihat yang membuat kita melejit..
0
...
written by Amin Taufik, February 04, 2012
sungguh luar biasa ternyata ketekunan itu bisa menjadikan kita mampu untuk berusaha segalanya.
0
...
written by Faisal Dwikusuma, February 04, 2012
Manfaat yang bisa saya ambil dari artikel ini bukanlah tertarik dengan awal mula kepopuleran seorang Albert Einstein melainkan adalah bahwa setiap orang, apalagi entrepreneur,perlu memiliki kemampuan spontanitas khususnya dalam mengambil keputusan atau pun tindakan dalam situasi yang tidak terduga sebelumnya. Itulah salah satu kelebihan entrepreneur. Go USB! Go entrepreneur!
0
...
written by Amin Taufik, February 04, 2012
sungguh luar biasa,, yakin akan ketekunan bisa menjadi kesuksesan. amiin

Write comment
smaller | bigger

busy
 

RL Newsletter

Join RL on Facebook

RL Recent Reader

You are here  : Home Article Makin Terjepit, Makin Melejit !

Contact Us