| Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh ? |
|
|
|
| Sunday, 15 March 2009 08:39 | |||
|
Lho, apa bedanya Pak?", tanya para mahasiswa yang mengikuti kuliah atau seminar saya. Saya sering menjawab,"Tulus adalah singkatan dari TUjuannya fuLUS". Jadi bekerja karena motivasinya adalah untuk mendapatkan uang. Jika mendapatkan uang banyak maka bekerja keras dengan sangat baik, tetapi jika mendapat uangnya sedikit maka kerjanya asal saja. Hal inilah yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Bekerja untuk memperoleh imbalan yang setimpal dengan pekerjaan menurut ukurannya masing-masing. Tetapi jika bekerja dengan hati ikhlas, berarti bekerja dengan berdasarkan kasih dan kerelaan hati. Seperti matahari pagi yang selalu rajin tidak pernah terlambat selalu bersinar dan tidak pernah mengharapkan imbalan atau balasan kembali. Matahari juga tidak peduli apakah manusia mau menerima sinarnya atau bahkan menolaknya. Sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang teman saya terjadi di Bandung beberapa waktu yang lalu. Kisah nyata ini dapat dijadikan suatu bahan renungan tentang keihklasan hati dalam bekerja. Seorang mahasiswa yang baru lulus menjadi sarjana kedokteran di sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di Bandung memilih untuk bekerja menjadi asisten laboratorium di almamaternya. Penghasilan yang diterimanya sebagai asisten lab sangatlah kecil, bahkan tidak mencukupi walau pun hanya untuk membayar biaya transportasi ke kampusnya. Tetapi dia mencintai pekerjaan menjadi asisten dan melakukannya dengan ikhlas karena memang mencintai pekerjaan mengajar. Banyak orang yang mengatakan bahwa dia bodoh karena memilih bekerja menjadi asisten lab. Padahal sebagai sarjana kedokteran dari universitas negeri terkenal, dia memiliki peluang besar untuk bekerja di perusahaan swasta yang memberikan penghasilan berpuluh-puluh kali lebih besar. Walau orang tuanya pun mendesaknya untuk mencari pekerjaan lain, dia tetap memilih membantu almamaternya menjadi asisten lab. Semua hal itu dilakukan dengan hati yang ikhlas. "Pekerjaan ini membahagiakan hati saya", katanya. Suatu saat datanglah seorang profesor dari Jepang berkunjung ke universitas tersebut. Karena semua dosen sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, maka ditugaskanlah asisten lab tersebut untuk menemani dan membantu sang profesor selama berada di Bandung. Asisten tersebut bisa saja menolaknya karena hal itu bukanlah tugasnya sebagai asisten lab. Dia tidak dibayar untuk hal itu. Tetapi dia memilih untuk tetap menerima tugas itu dengan hati yang ikhlas dan berusaha membantu sebisanya tanpa mengeluh. Walau pun sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang, dia berusaha sebaik mungkin membantu sang profesor. Mengantarnya mencari makanan untuk makan siang dan makan malam, berbelanja oleh-oleh Bandung, berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, dan tempat-tempat wisata lainnya. Dia selalu mengantar ke mana pun sang profesor ingin pergi dengan tersenyum. Setiap hari dia menjemput sang profesor dan mengantarkannya kembali ke hotel tempat sang profesor menginap. Sampai saatnya profesor itu kembali ke Jepang, sang profesor memberikan jam tangannya kepada asisten lab tersebut sebagai tanda terima kasih. Hati sang Profesor sangat tersentuh dengan keramahan dan keikhlasan hati asisten lab yang telah membantunya selama berada di Bandung. Beberapa tahun kemudian, sang profesor telah terlupakan dalam ingatan asisten lab tersebut. Dan dia masih bekerja masih bekerja ikhlas sebagai asisten di universitas tersebut. Hingga datanglah sebuah kesempatan beasiswa belajar kedokteran sampai jenjang S-3 dari sebuah universitas di Jepang bagi akademisi di universitas negeri di Bandung tersebut. Dosen-dosen yang lebih senior segera mengirimkan aplikasi permohonan beasiswa ke universitas di Jepang tersebut. Tetapi ternyata oleh universitas di Jepang yang memberi beasiswa tersebut semuanya ditolak! Ternyata sang Profesor di universitas Jepang itu yang menolaknya. "Saya hanya mau menerima dan merekomendasikan anak muda yang dulu pernah antar-antar saya selama saya di Bandung!", katanya dengan tegas. Akhirnya sang asisten lah yang mendapatkan kesempatan untuk meneruskan kuliah dengan beasiswa di Jepang. Dia melampaui dosen-dosennya yang lebih senior untuk mendapat kesempatan kuliah lebih tinggi. Kabar terakhir yang saya terima, saat ini dia masih sedang menyelesaikan kuliah S-3 kedokterannya di Jepang. Dari kisah nyata itu saya berkesimpulan bahwa kerja ikhlas bukanlah kerja bodoh, melainkan kerja yang sangat pintar! Walau pun dengan bekerja ikhlas kita tidak dipedulikan atasan kita, orang disekitar kita, atau tidak dipedulikan orang lain... tetaplah bekerja dengan x-tra kerja ikhlas! Faktor X ke tiga dalam fondasi kesuksesan seseorang, seperti yang saya jelaskan pada buku unik bestseller " 8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit : Rahasia Dahsyat Meraih Impian". Ingatlah! Bahwa walau pun semua orang di dunia tidak peduli dan menutup mata terhadap apa pun keikhlasan yang kita perbuat, tetapi Tuhan akan selalu peduli dan tidak akan menutup mata Nya kepada keikhlasan hati kita. Di saat yang TEPAT Dia akan memanggil malaikat Nya, "Kat, Kat, malaikat...kasih BERKAT untuk orang yang ikhlas itu". Mengenai Faktor X ke tiga dari fondasi kesuksesan, yaitu x-tra Kerja Ikhlas, anda dapat membacanya lebih lengkap di buku "8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit". "Buku Ajaib" yang dapat mengubah hati banyak orang, demikian komentar banyak orang yang telah membacanya. *Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor, Entrepreneur, Inspirator, Motivator, Software Engineer & Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller "8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit" Penulis bisa dihubungi melalui email victorasih@yahoo.co.id
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1288 Comments (7)
![]() written by agus, August 18, 2009
Memang Faktor X tersebut ada disemua aktifitas. Saya berterima kasih karena Anda telah berbagi ilmu ikhlas disini. Dalam kerja yang ikhlas, orang jawa sering mengatakan "Lemah-lemah Teles, Sing Kuoso sing mbales" artinya biarlah Tuhan yang akan mengganti semua keikhlasannya:)
written by T Jaya, August 25, 2009
Terima kasih Pak Rudy atas artikel di web anda. Tidak sengaja saya menemukan web anda yang Luar Biasa ini.Menurut saya, sangat2 bersaing dan cukup Ok dibandingkan dengan web motivator lainnya.
Terus berkarya dan semoga sukses selalu ya...Pak Rudy. Terima kasih, TJ Koordinator Lokakarya Q-RAK Bogor written by Rudy Lim, August 26, 2009
Dear pak Agus dan pak T jaya, terima kasih atas komentar dan attentionnya ok, semoga bermanafaat dan kita akan tampilkan lagi lebih banyak artikel yang bermanfaat ok salam sukse dan Hebat Luar Biasa !
written by Alfred, October 01, 2009
Memang di zaman sekarang sulit sekali mengerjakan sesuatu dengan ikhlas... salam hangat mas rudy
written by Rudy Lim, October 02, 2009
Dear Afred, salam sukses juga.. kunjungi selalu website saya ok, semoga bermanfaat dan salam hebat luar biasa ! ~Rudy Lim
written by slamet_hartono, November 04, 2009
Luar biasa artikelnya pak rudy, saya jadi termotivasi lagi untuk terus berprestasi dan bekerja meskipun saat ini masih di posisi staf selama 13 tahun.( capek dech )
salam sukses luar biasa untuk Anda written by Lucky, January 18, 2010
Hallo semuanya,
setelah baca artikel diatas, saya beranggapan bahwa ada beberapa point yang saya kurang setuju. Di zaman sekarang, kita tidak akan lepas dari yang namanya uang. Kita sekolah hingga menjadi mahasiswa dan tujuan akhirnya adalah untuk mencari uang dan bukan malahnya untuk kerja bakti (kerja ikhlas). Menurut saya, dalam dunia kerja, tidak ada yang namanya kerja ikhlas dan begitu juga dalam dunia bisnis. Jangan salah pengertian, yang saya maksud adalah dalam dunia kerja/bisnis, lain halnya jika ada orang yang minta bantuan kepada saya di luar dunia kerja/bisnis, tentunya saya akan membantu dia dengan ikhlas tanpa mengharapakan imbalan. Jika saya adalah mahasiswa diatas, kenapa tidak saya mencari pekrjaan yang lebih baik atao bahkan buat usaha sendiri dalam bidang yang saya senangi? no offense, karena saya juga pernah mengalami hal yang sama, dan saya berpendapat bahwa saya tidak boleh melakukan hal yang sama setiap hari dan saya harus melakukan perubahan dengan mencari pekerjaan yang lebih sesuai. Itu adalah pendapat saya, jika pemikiran saya salah, saya sangat mengharapkan nasehat dari anda semua. Thanks Write comment
|






![]() | Today | 100 |
![]() | Yesterday | 185 |
![]() | All Visitors | 94078 |