<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rudy Lim&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://www.rudylim.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rudylim.com/blog</link>
	<description>Artikel Motivasi, Cerita Motivasi dan Inspirasi Sukses</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 17:03:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Seni Kehidupan</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/seni-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/seni-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 17:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/seni-kehidupan/artlife/" rel="attachment wp-att-694"></a>Di saat menuju jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/siswinya: “Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.” Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.</p> <p>DOSEN: “Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.” Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh siswi tersebut. Ada nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/seni-kehidupan/artlife/" rel="attachment wp-att-694"><img class="alignleft size-medium wp-image-694" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/artLife-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a>Di saat menuju jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/siswinya: “Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.” Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.</p>
<p>DOSEN: “Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.” Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh siswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.<span id="more-692"></span></p>
<p>DOSEN: “Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting! “ Siswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.</p>
<p>DOSEN: “Silahkan coret satu lagi!” Kemudian Siswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi.</p>
<p>DOSEN: “Silahkan coret satu lagi!” Siswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya. Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya, suaminya dan nama anaknya.</p>
<p>Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua mahasiswa/siswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para siswa/i) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh siswi itu. Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, “Silahkan coret satu lagi!” Dengan pelahan-lahan siswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya.</p>
<p>DOSEN: “Silahkan coret satu lagi!” Hatinya menjadi bingung. Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu,terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.</p>
<p>Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya “Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu? Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?”</p>
<p>Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya. Setelah agak tenang, kemudian pelahan-lahan ia berkata “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya”.</p>
<p>Sebenarnya, kehidupan bagaikan bawang bombai, jika dikupas sesiung demi sesiung, ada kalanya kita dapat dibuat menangis. Berapa umur anda saat ini? 20 tahun, 30tahun, 40tahun atau bahkan 5 tahun. Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda? Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.</p>
<p>Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehudupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita membantu kepada sesama. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa . Kehidupan adalah … dll.</p>
<p>Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun anda telah melalui kehidupan Anda? Berapa tahun Anda telah menjalani kehidupan rutinitas Anda? Pandanglah di sekeliling kita, ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesamanya.</p>
<p>Bersyukurlah setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi hidup yang lebih berkualitas. Selamat Menjalani 2012 dengan lebih semangat untuk lebih berkualitas!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/seni-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Point Of View</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/the-point-of-view/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/the-point-of-view/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 15:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/the-point-of-view/pointofview/" rel="attachment wp-att-683"></a>Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. &#8220;Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?&#8221; tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/the-point-of-view/pointofview/" rel="attachment wp-att-683"><img class="alignleft size-medium wp-image-683" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/PointOfView-300x249.jpg" alt="" width="300" height="249" /></a>Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. &#8220;Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?&#8221; tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu. &#8220;Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.<span id="more-682"></span></p>
<p>Pemuda itu merenung, dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya. &#8220;Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak adik-adik nya?&#8221; &#8220;Oh ya tentu&#8221; si Ibu bercerita: &#8220;Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.”&#8221;</p>
<p>Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ? &#8220;Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak.&#8221; Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”</p>
<p>Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “</p>
<p>Apakah kamu mau tahu jawabannya?????</p>
<p>&#8230;.Dengan tersenyum ibu itu menjawab,</p>
<p>” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”</p>
<p>Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara &#8220;Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/the-point-of-view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>True Story: The Billionaire</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/true-story-the-billionaire/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/true-story-the-billionaire/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 02:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@rosita_lim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Tao Kae Noi]]></category>
		<category><![CDATA[The Billionaire]]></category>
		<category><![CDATA[Top Ittipat]]></category>
		<category><![CDATA[true story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[<p>Film The Billionaire diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Saat film ini beredar, Ittipat berusia 26 tahun. Siapa yang menyangka bahwa Ittipat adalah seorang pecandu game online saat dia berusia 16 tahun?</p> <p>Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, Ittipat sibuk bermain game online. Jumlah komputer di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk main game online. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-655" title="the_billionaire" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/the_billionaire-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" />Film <em><strong>The Billionaire</strong></em> diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Saat film ini beredar, Ittipat berusia 26 tahun. Siapa yang menyangka bahwa Ittipat adalah seorang pecandu <em>game online </em>saat dia berusia 16 tahun?</p>
<p>Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, Ittipat sibuk bermain <em>game online</em>. Jumlah komputer di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk main <em>game online</em>. Saat ia berusia 17 tahun, ia berhenti sekolah dan menjadi penjaja kacang, dibantu oleh pamannya yang sudah separuh baya. Usahanya tidak begitu lancar, ada saja masalah yang menghampiri usaha anak muda tersebut. Orangtuanya pun khawatir dengan masa depan anak bungsunya tersebut.<span id="more-653"></span></p>
<p>Saat ia berusia 18 tahun, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta baht. Papa dan mamanya memutuskan untuk meninggalkan Thailand, tetapi Ittipat meminta untuk tetap tinggal.</p>
<p>Saat berusia 19 tahun, Ittipat berhasil menciptakan camilan rumput laut goreng &#8220;Tao Kae Noi&#8221; (<em>Pengusaha Muda</em>) yang saat ini dijual di 3.000 cabang <em>7-Eleven</em> (mini market) di Thailand. Tapi tidak semudah itu ia mencapai kesuksesan! Ia menghabiskan beratus-ratus ribu baht untuk menciptakan cemilan ini, hingga suatu hari pamannya terjatuh dan masuk RS, dan dari musibah itulah, ia mendapat titik cerah untuk menciptakan camilan rumput laut goreng.</p>
<p>Awalnya ia menjual produknya di <em>counter</em> di pusat perbelanjaan. Lalu ia mencoba untuk menawarkan produknya ke 7-Eleven. Kunjungan demi kunjungan ia ditolak karena kemasan, harga, dan lain sebagainya. Dengan tekad yang pantang menyerah, ia mengubah desain kemasan dengan bantuan seorang designer. Ia dengan semangat kembali ke 7-Eleven, tetapi penantiannya tidak mendapat respon. Lalu, ia memberikan <em>sample </em>produknya kepada satpam penjaga di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu.</p>
<p>Di saat ia merasa ingin putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Tetapi, ia harus mempunyai sebuah pabrik. Selama ini ia menggoreng rumput lautnya hanya di sebuah dapur kecil bersama Pamannya. Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik agar ia bisa lolos kualifikasi.</p>
<p style="text-align: left;" align="center">Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Setelah 2 tahun, ia berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah yang selama ini mereka tinggali bersama kedua orangtuanya.</p>
<p><center><iframe src="http://www.youtube.com/embed/HxbeZ6WjLCU?rel=0" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></center></p>
<p style="text-align: left;" align="center">Kisah nyata yang sungguh memberikan inspirasi kepada saya pribadi, dan semoga juga memberikan inspirasi kepada semua pembaca. Perjalanan dia menuju sebuah kesuksesan penuh dengan masalah hinggal ia terjatuh berkali-kali, mengalami musibah bertubi-tubi, hingga ia harus berpisah dengan orangtuanya. Semua yang dialami, tidaklah mudah untuk dilewati. Tetapi, disaat ia berhasil melewati itu semua, ia menuai hasil dari kerja kerasnya, bahkan berlipat-lipat ganda. Luar biasa!</p>
<p>Jakarta, Desember 2011</p>
<p><strong><em>Rosita Lim<br />
</em></strong><br />
<em>Twitter : @rosita_lim</em><br />
<em>Facebook : <a href="http://facebook.com/rositalimrosi" target="_blank">http://facebook.com/rositalimrosi</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/true-story-the-billionaire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seseorang Yang Tidak Terduga</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/seseorang-yang-tidak-terduga/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/seseorang-yang-tidak-terduga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 03:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Albert Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[<p>Lelaki profesor itu bertanya pada mahasiswa-nya, “Apakah semua yang ada adalah ciptaan Tuhan?” Seorang mahasiswa yang duduk paling belakang spontan menjawab, “Ya, Profesor, Tuhan memang menciptakan semuanya. Saya rasa kita semua tidak meragukan hal itu.” “ Itu benar,. Keterangan tentang itu banyak terdapat di kitab-kitab suci,” sahut mahasiswa lainnya.</p> <p>Sang Profesor hanya mengangguk. Sesaat beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-662" title="" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/albert_einstein1-300x179.jpg" alt="" width="300" height="179" />Lelaki profesor itu bertanya pada mahasiswa-nya, “Apakah semua yang ada adalah ciptaan Tuhan?” Seorang mahasiswa yang duduk paling belakang spontan menjawab, “Ya, Profesor, Tuhan memang menciptakan semuanya. Saya rasa kita semua tidak meragukan hal itu.” “ Itu benar,. Keterangan tentang itu banyak terdapat di kitab-kitab suci,” sahut mahasiswa lainnya.<span id="more-645"></span></p>
<p>Sang Profesor hanya mengangguk. Sesaat beliau tampak setuju dengan jawaban mahasiswanya. Namun tiba-tiba beliau bertanya lagi, “ Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan Kejahatan. Sebab kejahatan itu bukan sekedar khayalan, tapi benar-benar real. Kalian bisa melihatnya disurat-surat kabar kriminal. Nah, jika kejahatan itu ada dan setiap yang ada pasti ada penciptanya, maka Tuhan lah yang menciptakan kejahatan. Kalian yang bilang sendiri tadi bahwa Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan.”</p>
<p>Kedua mahasiswa yang tadi menjawab kali ini cuma bengong. Beberapa mahasiswa lain juga kelihatan tercengang. Melihat mahasiswanya “kalah”, profesor itu kemudian tersenyum. Kedua matanya berbinar senang. “Nah, kini jelaslah bahwa agama hanyalah mitos. Bahkan mungkin Tuhan sendiri hanya ada dalam bayangan kalian, bukan diatas langit sana.”</p>
<p>Seorang mahasiswa tiba-tiba mengacungkan tangan dan berkata, “Profesosr , boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja”, jawab si Profesor dengan senang. Mahasiswa itu kemudian berdiri, “Profesor, apakah dingin itu ada?”, ujarnya. “Pertanyaan macam apa itu?tentu saja dingin itu ada. Apa selama ini kamu tinggal di gurun pasir?” sahut Profesor yang kemudian diiringi tawa mahasiswa lainnya. “Kenyataannya, Pak,” jawab mahasiswa tersebut, “dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”</p>
<p>Suara tawa mendadak hilang. Kelas hening. Sesaat kemudian mahasiswa itu kembali berkata, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja gelap itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”</p>
<p>Kelas makin hening. Sang Profesor diam-diam meringis. Tiba-tiba mahasiswa itu bertanya lagi, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang, profesor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah ku katakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di  Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” Namun mahasiswa itu lagi-lagi membantahnya, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan kasih sayang Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”  Profesor itu terdiam. Mahasiswa itu kembali duduk. Untuk sesaat ruang kuliah dipenuhi keheningan hingga suara profesor memecahnya.</p>
<p>“Siapa nama mu, Nak?”</p>
<p>“Albert, Sir.</p>
<p>Albert Einstein……”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/seseorang-yang-tidak-terduga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencuri Atau Dicuri?</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/pencuri-atau-dicuri/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/pencuri-atau-dicuri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 07:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[artikel motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[SobatSUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/pencuri-atau-dicuri/introspeksi/" rel="attachment wp-att-642"></a>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapajam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.</p> <p>Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/pencuri-atau-dicuri/introspeksi/" rel="attachment wp-att-642"><img class="alignleft size-medium wp-image-642" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/introspeksi-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapajam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.<span id="more-641"></span></p>
<p>Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.</p>
<p>Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang Pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua . Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, ya ampun orang ini beranisekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.</p>
<p>Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hamper selesai dibacanya.</p>
<p>Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, didepan matanya. Lho kok kueku masih ada di sini, erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi memang adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi dengannya.</p>
<p>Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialahyang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Seperti dalam hidup kita ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.</p>
<p>Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlahyang jahat, orang lainlah yang sombong, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang salah, tapi kita tidak tahu/tidak menyadarinya. Kita sering mengomentari perbuatan orang lain, mencemooh tindakan, pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.</p>
<p>Seringkali kita menyalahkan orang lain atas kejadian-jadian buruk yang menimpa kita, tetapi apakah kita menyadari kalau yang salah sebenarnyaadalah kita sendiri ? apakah pernah terpikir oleh kita kalau orang lain melakukan itu untuk tujuan yg baik &amp; tidak bermaksud mencelakai kita ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/pencuri-atau-dicuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think Before You Speak</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/think-before-you-speak/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/think-before-you-speak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 03:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[artikel motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi sukses]]></category>
		<category><![CDATA[think before speak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;We women talk too much, nevertheless we only say half of what we know.&#8221; &#8211;Nancy Witcher Astor</p> <p>Wanita terkenal dengan kemampuan lebihnya dalam hal berbicara. Menurut survei dan kenyataan yang ada, kaum wanita berbicara lebih banyak daripada kaum pria. Namun, yang jarang diketahui oleh para wanita adalah kenyataan bahwa dalam banyak bicara bakal timbul banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-665" title="think before you speak" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/think-before-you-speak-300x243.gif" alt="" width="300" height="243" />&#8220;We women talk too much, nevertheless we only say half of what we know.&#8221; &#8211;Nancy Witcher Astor</p>
<p>Wanita terkenal dengan kemampuan lebihnya dalam hal berbicara. Menurut survei dan kenyataan yang ada, kaum wanita berbicara lebih banyak daripada kaum pria. Namun, yang jarang diketahui oleh para wanita adalah kenyataan bahwa dalam banyak bicara bakal timbul banyak masalah juga.</p>
<p><span id="more-632"></span></p>
<p>Mengapa? Karena saat banyak bicara, kita jadi lalai dalam berpikir. Semua kata-kata tiba-tiba mengalir begitu saja seiring dengan berbagai tanggapan yang ada. Kita tidak mawas lagi dengan kata-kata yang kita lontarkan.</p>
<p>Oleh karena itu, kita perlu selalu waspada dengan perkataan kita. Apakah kita bicara benar tentang suatu hal? Apakah kita bicara pada saat yang tepat? Semuanya itu penting untuk kita waspadai karena perkataan yang telah diucapkan tak mungkin kita cabut kembali.</p>
<p>Berpikirlah sebelum bicara. Karena apa yang kita katakan dapat membuat orang lain bangkit atau jatuh. Apa yang kita katakan juga berpotensi membuat nama seseorang jadi baik atau malah hancur.</p>
<p>Sebelum bicara, ada baiknya kita juga menelaah terlebih dahulu. Ujilah, apakah perkataan ini bakal menyelesaikan masalah atau justru menimbulkan masalah baru. Jika ternyata kita tidak terlalu tahu tentang suatu hal, maka sebaiknya kita diam.</p>
<p>Orang lain juga bisa marah dan menganggap kita sok tahu jika kita bicara atau memberi komentar pada waktu yang tidak tepat. Tak seorang pun yang mau bergaul dengan seorang yang hobi nyeletuk atau sok tahu. Sadarilah bahwa meski kita tahu tentang banyak hal, namun semua itu tak harus dikatakan.</p>
<p>Selain itu, banyak bicara juga dapat menimbulkan kesan bahwa kita tak dapat dipercaya. Orang bisa berpikir berkali-kali jika ingin menceritakan sebuah rahasia pada kita karena jika sering bicara, maka potensi untuk keceplosan juga makin besar.</p>
<p>Selain itu, banyak bicara membuka peluang besar untuk kita berdosa. Manusia pada dasarnya memiliki sifat egois. Salah satunya adalah kecenderungan suka membicarakan kebaikan diri sendiri dan keburukan orang lain. Banyak bicara pasti menyeret kita masuk dalam liang gosip. Jika kita memiliki citra penggosip, maka kita akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Nama kita jadi jelek.</p>
<p>Oleh karena itu, jagalah perkataan kita baik-baik. Keluarkan kata-kata yang baik untuk membangun orang lain. Berkata-katalah pada saat yang tepat. Dan, biarlah sedikit perkataanmu, agar minim pula masalah yang ditimbulkan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/think-before-you-speak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pohon, Daun &amp; Angin</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/pohon-daun-angin/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/pohon-daun-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 16:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/pohon-daun-angin/pohon-daun-dan-angin3/" rel="attachment wp-att-615"></a></p> <p>POHON</p> <p>Alasan mengapa orang-orang memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.</p> <p>Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/pohon-daun-angin/pohon-daun-dan-angin3/" rel="attachment wp-att-615"><img class="alignleft size-full wp-image-615" style="border-style: initial;border-color: initial" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/pohon-daun-dan-angin3.jpg" alt="" width="285" height="200" /></a></p>
<p><strong>POHON</strong></p>
<p>Alasan mengapa orang-orang memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.<span id="more-614"></span></p>
<p>Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia sangat peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya wanita biasa saja.</p>
<p>Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya. Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah “sahabatku” dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.</p>
<p>Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.</p>
<p>Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata “lanjutkan saja” dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak.. dan merah… Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but…</p>
<p>Aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan sepak bola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejam-an.</p>
<p>Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.</p>
<p>Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingi dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu.</p>
<p>Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.</p>
<p>Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis. SMS itu berbunyi, “Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?”.</p>
<p><strong>DAUN</strong></p>
<p>Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali selama ini membutuhkan banyak kekuatan.</p>
<p>Selama 3 tahun di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.</p>
<p>Aku menyukainya dan aku tahu bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan.. dan berjalan, hatiku sakit.</p>
<p>Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman?</p>
<p>Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tahu kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan?</p>
<p>Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberikannya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telpon-nya. Setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah.</p>
<p>Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan Sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.</p>
<p>Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan-penolakan yang telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku.</p>
<p>Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku. Aku tahu Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.</p>
<p>“Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal”</p>
<p><strong>ANGIN</strong></p>
<p>Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.</p>
<p>Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepak bola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman-temannya memperhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.</p>
<p>Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari, dia tidak tampak, aku merasakan kehilangan. Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan Daun. Air mata mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.</p>
<p>Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan. Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan telpon-ku. Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukai aku.</p>
<p>Selama 4 bulan, Aku tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan.. tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.</p>
<p>Aku bertanya, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?”</p>
<p>Dia berkata, “Aku menengadahkan kepalaku”.</p>
<p>“Ah?”, Aku tidak percaya apa yang aku dengar.</p>
<p>“Aku menengadahkan kepalaku”, dia berteriak.</p>
<p>Aku meletakkan telpon, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat-kuat.</p>
<p>“Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu. Cinta tidak membutuhkan keraguan, tunjukkan saja !!”</p>
<p>Pohon, Daun dan Angin adalah 3 orang yang berbeda. siapakah anda???</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/pohon-daun-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Hidup</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/nilai-hidup/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/nilai-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 15:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi Hidup; Nilai Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/nilai-hidup/spirituality4/" rel="attachment wp-att-629"></a>Pernahkah Anda jatuh pada titik di mana Anda merasa bahwa Anda tidak ingin hidup lagi?! Cobaan hidup yang begitu berat dan tak habis-habisnya seolah menekan Anda begitu berat, sampai-sampai Anda merasa tak kuat untuk bertahan lagi. Hati pun berkecamuk dan mulai sering bertanya sampai kapan Anda bakal hidup seperti ini terus.</p> <p>Mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/nilai-hidup/spirituality4/" rel="attachment wp-att-629"><img class="alignleft size-medium wp-image-629" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/spirituality4-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pernahkah Anda jatuh pada titik di mana Anda merasa bahwa Anda tidak ingin hidup lagi?! Cobaan hidup yang begitu berat dan tak habis-habisnya seolah menekan Anda begitu berat, sampai-sampai Anda merasa tak kuat untuk bertahan lagi. Hati pun berkecamuk dan mulai sering bertanya sampai kapan Anda bakal hidup seperti ini terus.<span id="more-608"></span></p>
<p>Mungkin hal ini lebih banyak dialami oleh seseorang dengan kepribadian yang cenderung melankolis (pemikir yang cermat). Namun, bukan berarti seseorang dengan karakter lain seperti kolerik (tegas dan dominan), plegmatis (stabil), maupun sanguin (si periang yang intim) tidak pernah mengalaminya. Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya kejenuhan dalam hidup.</p>
<p>Namun, hidup ini bukanlah tentang apa yang Anda rasakan. Hidup ini lebih dipengaruhi dengan kemauan Anda. Kenyataan hidup menuntut kita, mau &#8211; tidak mau, untuk menjadi orang yang kuat, tegar, sabar, dan tabah dalam menjalani hidup.</p>
<p>Adakalanya kita kuat, adakalanya kita lemah. Orang bilang ada kalanya kita di atas, ada kalanya kita di bawah. Jika kita ingat hal itu, maka kita tidak akan menjadi orang yang mudah putus asa. Karena apa yang kita rasakan hari ini hanyalah sementara saja.</p>
<p>Tidak mengapa jika hari ini Anda merasa lemah. Tidak mengapa jika hari ini Anda bangun dengan mood yang buruk. Segalanya tidak berakhir di situ. Segalanya tidak berakhir saat Anda merasa semuanya buruk. Karena hidup ini adalah proses dan proses itu baru selesai ketika kita menutup mata untuk selamanya nanti.</p>
<p>Jika hari ini Anda merasa baik-baik saja, maka bersyukurlah, dan tetaplah waspada. Jagalah hati supaya Anda tidak mudah jatuh oleh berbagai tekanan-tekanan yang mungkin bakal timbul. Persiapkan hati dengan kemauan untuk rela menerima segala yang mungkin bakal terjadi.</p>
<p>Namun, jika pagi ini Anda bangun dengan mood yang tidak karuan, maka cepatlah sadar dan milikilah kemauan yang keras untuk bangkit. Kemauan Andalah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup Anda, bukan apa yang Anda rasakan. Bersemangatlah!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/nilai-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Just The Beginning!</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/just-the-beginning/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/just-the-beginning/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 23:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/just-the-beginning/3208867758_baa9f3341b/" rel="attachment wp-att-602"></a>&#8220;Sometimes the end is just the beginning&#8230;&#8221; &#8211; Inspirational movie, TOUCHED BY AN ANGEL</p> <p>Apakah Anda merasa sedih karena sedang berpisah dengan seseorang? Ditinggalkan oleh orang yang paling kita sayangi, atau justru malah kita yang harus meninggalkan orang yang kita sayangi oleh karena suatu hal? Atau kehilangan sesuatu, misalnya pekerjaan dan harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/just-the-beginning/3208867758_baa9f3341b/" rel="attachment wp-att-602"><img class="alignleft size-medium wp-image-602" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/3208867758_baa9f3341b-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>&#8220;Sometimes the end is just the beginning&#8230;&#8221; &#8211; Inspirational movie, TOUCHED BY AN ANGEL</p>
<p>Apakah Anda merasa sedih karena sedang berpisah dengan seseorang? Ditinggalkan oleh orang yang paling kita sayangi, atau justru malah kita yang harus meninggalkan orang yang kita sayangi oleh karena suatu hal? Atau kehilangan sesuatu, misalnya pekerjaan dan harus memulai dari nol kembali usaha yang selama ini Anda pupuk?<span id="more-601"></span></p>
<p>Mungkin saja salah satu di antara kita saat ini sedang gundah karena orang yang kita cintai pergi untuk orang lain, alias selingkuh. Atau keluarga terdekat harus berpulang, usia beliau memang sudah 80 tahun. Hmmm&#8230;begitu banyak peristiwa kehilangan, ditinggalkan atau meninggalkan, dan semua itu membuat Anda berderai air mata dan terselubung dalam duka. Apakah selamanya Anda selalu menilai hal itu dengan kesedihan?</p>
<p>Mari kita lihat sisi lain, sebuah sudut yang mungkin terlewat dari pandangan Anda. Ambil sebuah contoh bunga matahari, Anda tentu tahu bunga tersebut kan? Bunga kuning, cerah dan ceria yang selalu membuat suasana seakan meriah dan menyenangkan. Sosoknya yang tinggi dan anggun selalu menjadi pusat perhatian. Indah dan begitu mengagumkan. Namun kemudian tak berapa lama ia menjadi layu, kering dan mati.</p>
<p>Menurut Anda apakah itu adalah akhir si bunga matahari? Hampir semua mungkin akan menjawab ya, karena apabila bunga sudah layu dan kering berikutnya ia akan mati. Tetapi tidak demikian, yang terjadi adalah bunga itu membawa biji-biji benih baru, jumlahnya ribuan dan sulit dihitung dengan jari. Biji-biji tersebut adalah benih bunga-bunga baru yang akan menceriakan alam. Nah, begitu juga saat Anda kehilangan, ditinggalkan, atau meninggalkan, ini bukanlah sebuah akhir yang menyedihkan, namun juga sebuah awal dari sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih besar dari apa yang pernah kita pikirkan.</p>
<p>Air mata boleh menetes, perasaan boleh hampa, tetapi semangat harus tetap dipacu, seiring dengan waktu yang terus bergulir maju. Tak ada jalan untuk mundur dan kembali ke masa lalu. Semuanya selalu bergerak ke depan, menyongsong suatu hal yang lebih besar. Selalu bersemangat, segala sesuatunya baru saja dimulai!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/just-the-beginning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Mengundang Kedamaian</title>
		<link>http://www.rudylim.com/blog/pengertian-mengundang-kedamaian/</link>
		<comments>http://www.rudylim.com/blog/pengertian-mengundang-kedamaian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 02:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@SobatSUKSES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[artikel motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[SobatSUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rudylim.com/blog/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/pengertian-mengundang-kedamaian/peace-2/" rel="attachment wp-att-576"></a>“Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding.” (Albert Einstein)</p> <p>Anda dapat hidup rukun dan damai dengan orang lain jika ada pengertian satu sama lain. Pengertian bahwa tiap manusia berbeda. Pengertian bahwa Anda tak bisa memenuhi tuntutan semua orang dan orang lain juga tidak harus memenuhi semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rudylim.com/blog/pengertian-mengundang-kedamaian/peace-2/" rel="attachment wp-att-576"><img class="alignleft size-medium wp-image-576" src="http://www.rudylim.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/peace1-298x300.jpg" alt="" width="298" height="300" /></a>“Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding.” (Albert Einstein)</p>
<p>Anda dapat hidup rukun dan damai dengan orang lain jika ada pengertian satu sama lain. Pengertian bahwa tiap manusia berbeda. Pengertian bahwa Anda tak bisa memenuhi tuntutan semua orang dan orang lain juga tidak harus memenuhi semua tuntutan Anda. <span id="more-575"></span></p>
<p>Pengertian bahwa tiap manusia memiliki standarnya sendiri-sendiri, misal tentang keindahan, kerapian, kebersihan, lezatnya makanan, dinginnya cuaca, lucunya sebuah film komedi, bagusnya sehelai gaun, maupun hal lainnya. Sebab apa yang menurut Anda bagus belum tentu bagus bagi orang lain. Makanan yang menurut Anda enak belum tentu enak buat orang lain.</p>
<p>Anda mungkin juga bakal tertawa terbahak-bahak jika melihat sebuah film, namun orang lain tetap diam tak bergeming. Rumah yang bagi Anda sudah rapi dan bersih, mungkin masih jauh dari standar kerapian dan kebersihan orang lain. Pengertian bahwa Anda mungkin menganggap orang lain aneh, dan bagi orang tersebut Anda juga aneh. Semua ini timbul hanya karena Anda berbeda darinya. Apa yang biasa Anda lakukan, tidak biasa dilakukannya, demikian juga sebaliknya.</p>
<p>Pengertian bahwa segala problema yang ada di dunia ini terlalu besar untuk masuk dalam penalaran kita yang terbatas. Pengertian bahwa kita tidak selalu dapat mengerti apa yang sedang terjadi, mengapa dia melakukan hal itu, atau kapan doa-doa kita akan dijawab. Semakin besar pengertian yang Anda miliki, maka semakin mudah Anda merasakan kedamaian dalam batin, dan semakin mudah pula Anda hidup damai dengan orang lain. Pengertianlah yang menarik damai masuk dalam hati dan hidup Anda, bukan besarnya kekuasaan yang Anda miliki sekarang.</p>
<p>Orang lain tak tertarik pada besarnya kekuasaan yang Anda miliki. Mereka tertarik dengan seberapa peduli Anda terhadap kehidupan mereka. Anak-anak tak peduli dengan berapa banyak uang yang mati-matian Anda sediakan untuk mereka. Mereka hanya peduli dengan seberapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan mereka. Pasangan Anda tak peduli seberapa benar dan saleh diri Anda. Mereka hanya peduli apakah Anda tetap mau minta maaf jika Anda berbuat salah.</p>
<p>Apa gunanya kekayaan dan kekuasaan bila tidak disertai dengan pengertian yang besar?! Karena hanya pengertian yang mengundang kedamaian datang dan tinggal dalam hidup seseorang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rudylim.com/blog/pengertian-mengundang-kedamaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

